Desa Engkangin dan Riam Andu, Air Terjun didalam Goa

Goa Andu ada yang uda pernah dengar sebelumnya? Goa ini terletak di Desa Engkangin sekitar 1 jam jika dari desa dengan sepeda motor dan berjalan kaki. Desa Engkangin sendiri berada di kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, sekitar 6 jam perjalanan dari Kota Pontianak.

Rumah Pak Midus di Desa Engkangin

Perjalanan ke Desa Engkangin

Kalau mau ke Desa Engkangin usahakan jangan malam hari ya, apalagi bagi kamu yang belum pernah ke desa ini. Waktu itu aku ke Desa Engkangin pada sore hari, padahal aku berencana nginap di Serimbu, cuma karena teman yang aku hubungi tidak kunjung muncul, pergilah aku ke Desa Engkangin, nah aku menuju ke rumah pak Midus dan Bu Nur, semua orang desa tau mereka kok, patokan rumahnya ada gereja Khatolik. Jadi kalau sudah di Serimbu, tanya aja warga lokal dimana Desa Engkangin, nah menuju desa ini kita akan melewati 2 jembatan gantung, satu jembatan di Desa Jambu dan khusus di Desa Engkangin hati-hati ya, soalnya jembatannya panjang dan bergoyang. Kalau kata orang desa ke Desa Engkangin ini masuk dari depan belok ke kanan, lalu ada pertigaan belok kiri, ada pertigaan belok kiri lagi, jarak tempuh dari simpang ke desa membutuhkan waktu 15 menit.

Ini Gereja Khatolik yang dapat dijadikan patokan

Apa yang harus dilakukan kalau di Desa Engkangin

Nah hal pertama yang harus dilakukan di Desa Engkangin adalah melapor ke Ketua RT, kalian akan dibebankan biaya retribusi desa sebersar Rp. 5.000,-/orang dan kalian bebas sampai kapan saja disini. Lalu becengkramalah dengan masyarakat sekitar, karena masih desa adat, kalian juga harus belajar dan mematuhi semua aturan yang disini ya. Desa Engkangin uda masuk aliran listrik kok, jadi aman buat kamu yang mau mengisi daya kamera atau hp.

Anak-anak Desa Engkangin

Ngapain aja di Desa Engkangin

Di Desa Engkangin sejujurnya aku lebih suka suasana desa yang tanpa sinyal, aku tenang, aku disini 3 hari dan aku ngerasa bebas dan bahagia, ga ada beban untuk ngeliat hp apalagi kerjaan yang datang 🙂 Aku bisa belajar untuk sedikit bercocok tanam, menoreh karet, memasak nasi menggunakan tungku, memahami alam, menikmati alam, mengetahui apa yang dibutuhkan alam, bahkan aku tau betapa tidak bersyukurnya aku ketika di kota. 🙁

Masak nasi dengan tungku 🙂

Explorer Goa Andu

Hari kedua di Engkangin, waktunya berjalan Goa Andu, tujuan yang katanya dekat tapi banyak php-nya :’) jadi untuk ke goa ini aku harus berjalan melewati tanah kuning dari Desa Engkangin selama 15 menit, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki, nah jalan kaki sendiri memakan waktu hingga 1 jam, karena musim hujan, tanah becek dan air sungai tinggi.

Sungai kedua yang tingginya seperut

Jalan dari tempat penyimpanan motor, aku langsung berjalan, 15 menit pertama, aku menemui sungai pertama, dalamnya sepaha aku, lalu lanjut jalan lagi, nah sekarang aku naik bukit dan melihat Air Terjun Terinting dari jauh, aku udah ada niat sih kesana, cuma sekarang masalah dengan waktu aja (soalnya 2 hari perjalanan) 30 menit kemudian setelah melewati bukit, aku mendapati sungai kedua, nah sungai ini lebih dalam dan kedalamannya seperut aku, harus hati-hati juga, soalnya arus juga kuat 🙂 Goa Andu semakin dekat, 15 menit dari sungai aku sudah sampai ke Goa Andu, menuju Goa Andu jalanan berbatu dan menurun, hati-hati ya 🙂

Bukit menuju Goa Andu, sebenernya keliatan Riam Terinting

Sampai di Goa Andu, aku langsung mengambil gambar dan video, untuk menuju airnya hati-hati ya, soalnya licin, jangan pake sendal kalau mau keatas. Air di Goa Andu berwarna merah, atau air akar kata penduduk sekitar, airnya bisa diminum kok, bahkan aku masak indomie dengan air ini *lol* sebenernya aku kurang bisa menggambarin perasaan aku sih, lebih senangnya kalian aja kesini langsung, apalagi cuma di Kalimantan Barat kan, kalau ga ada temen, aku bawa kalian kesini deh 😀

Goa Andu/Riam Andu

Goa Andu ini diatasnya masih batu dan tempat aku melintas tadi, disini air terjun ada 2, tapi yang satunya ga kelihatan, harus pakai senter untuk melihat air terjun satunya lagi. Didalam goa cukup luas, kalau mau mendirikan tenda disini juga bisa kok. 🙂

Pak Midus sebagai pemandu lokalku

Karena Goa ini bisa ditempuh dalam waktu singkat akupun pulang hari, perjalanan pulang terasa lebih singkat kok, sama halnya pada umumnya, pergi berasa jauh sekali dan pulang terasa dekat sekali. Perjalanan pulang aku langsung disambut hujan deras, listrik dirumah tempat aku menginap rupanya padam, di Desa Engkangin malam ini terasa lebih dingin.

Apa yang Desa Engkangin butuhkan?

Malam kedua dan terakhir di Desa Engkangin aku sempat berbicara banyak apa yang desa ini butuhkan. Nah, yang paling mereka butuhkan adalah listrik yang terus menyala, (karena sering listrik sering padam) mereka juga butuh jaringan telepon untuk berkomunikasi agar bisa menjual hasil kebun mereka ke daerah Serimbu atau langsung ke Ngabang. Terakhir mereka membutuhkan akses jalan yang bagus, disni jalannya kalau uda musim hujan becek dan susah dilewati. Aku rasa 3 pokok ini sih yang sepertinya melekat banget di otak aku 🙂

Jembatan ini jadi satu-satunya penghubung antar desa

Hari ketiga di Desa Engkangin aku sempat mengambil sedikit time lapse, walaupun gagal karena cuaca berawan. Aku segera packing dan persiapan pulang ke Pontianak, sebelum pulang pamitan dulu, soalnya pasti bakal rindu kesini lagi. Perjalanan dari Desa Engkangin ke Pontianak memakan waktu 6 jam, aku pulang melewati Sanggau.

Bakalan rindu nih.. :'(

Aku akan selalu rindu akan suasana desa ini dan aku berjanji untuk kembali lagi 🙂

Yandy on July 2019

Cukup ya cerita tentang Desa Engkangin dan Goa Andu, Terimakasih
Salam,

Yandy Koresy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *