Hello World! I’m Yandy

Perkenalkan, saya Yandy Y. Koresy, kalian bisa memanggil saya Yandy, Yeye, Kai, Kontet, Botak atau Pendek. This is my first post.

Saya lahir dari keluarga yang minoritas di Indonesia seorang Suku Chinese dari marga Ko (Gao). Papa dan Mama saya seorang Pramuka dan seorang pengajar, mempunyai seorang adik perempuan yang super comel. =)

Let’s rock!!

Saya sudah lupa masa kecil saya hanya sedikit yang bisa saya ingat karena mengalami gegar otak ringan pada saat pertandingan basket antar SMP tahun 2007.

Dari SMP sudah biasa mandiri tanpa sepengetahuan orang tua, karena sudah mempunyai banyak ambisi. Pernah sampai puncak karir basket pada kelas 3 SMP di Gembala Baik, tapi mimpi itu hancur ketika cidera lutut kiri saat melawan SMPN 3 Pontianak disemifinal Justitia Cup 2008.

Saat SHS Masuk SMKN 7 Pontianak jurusan Perangkat Lunak, dan saya sama sekali ga pernah berpikir akan masuk sekolah ini, karena saat SMP banyak SMA “beken” yang ingin saya bermain buat tim basketnya, walaupun akhirnya ortuku menolak semua tawaran yang datang dan jujur saya menyesal sampai hari ini. =) Basketku semakin hancur dan harus rela jadi bench warmer sampai saat ini =)

Ditahun 2010 bulan Desember saya dikasi kesempatan yang sangat amat langkah, mengikuti PWN (Perkemahan Wirakarya Nasional) di Aceh, saya adalah anak Pramuka amatiran dengan seragam masih Pramuka biasa atau biasa disebut “seragam SMP”. Dari sinilah perjalanan Pramuka saya dimulai, saya melanjutkan pendidikan kepramukaan bukan di Gudep sekolah, melainkan di Gudep umum sampai akhirnya disatu waktu saya harus mengikuti Gudep sekolah dikarenakan syarat untuk mengikuti ujian Praktek =) Miris ya Pramukaku dipaksa disini.

Seiring berjalannya waktu saya dipromosikan menjadi pembantu pembina Penggalang, bersyukur sih bisa punya pengalaman ini walaupun hanya 6 bulan tapi sepertinya sudah lebih dari cukup.

Tahun 2012 saya dikasi kesempatan terbang ke Papua untuk mengikuti Rainas (walaupun hanya menjadi tim hore tapi lebih tepatnya peninjau) ya karena saya daftar telat dan tidak bisa diikut sertakan. Ditahun ini saya melakukan pengembaraan lintas Kalimantan, dimulai dari Pontianak sampai Tarakan dengan jalan kaki selama 184 hari.

Bulan Februari 2013 baru saya dikasi kesempatan untuk mengikuti sebuah kegiatan nasional. PELANTARA atau Pelayaran Lingkar Nusantara II Lombok Timur. Kegiatan ini sendiri digagas oleh Satuan Karya Pramuka Bahari atau Saka Bahari Nasional, saya dibawa melintasi laut dari Jakarta – Tegal – Surabaya – Bali – Lombok Timur selama 3 minggu kegiatan. Sangat senang, banyak mendapat pengalaman berharga disini yang sebelumnya tidak bisa saya dapatkan didua kegiatan nasional yang saya ikuti.

Singkat cerita saya mulai mendapatkan keterampilan, mulai dari menyelam, Ski Air, Perahu Layar, Selancar dan berbagai kegiatan bahari lainnya, puncaknya pada saat kegiatan Hari Pramuka 2013 diberi kesempatan untuk Terjun Payung tanpa tandem untuk pertama kali. Ini adalah tahun terbaik saya. #mukasombongs

Dibulan September 2013 Kembali mengikuti kegiatan PELANTARA untuk edisi ke III yang berlokasi di Tanjung Batu, Berau dan Kendawangan, Gorontalo. Dipelayaran kali ini kami melintasi beberapa daerah mulai dari Jakarta – Makasar – Tj. Batu – Kendawangan selama 3 minggu. Dipelayaran ini saya juga mendapat pengalaman lomba kegiatan bahari dan Mandi Khatulistiwa (sebuah tradisi dari TNI AL jika berlayar melewati garis khatulistiwa), Oh ya, disini kontingen Kalimantan Barat berhasil menjadi juara 1 tingkat nasional Cerdas Cermat Pramuka loh. Fyi, kami dari Kalbar cuma 2 orang, saya merangkap Pinkonda dan Peserta. wkwkwk

Tahun 2014 adalah awal kekacauan Saka Bahari Kalimantan Barat yang saya rintis. Sang sesepuh datang dan menghancurkan organisasi yang saya kelolah dengan rapi dan apik. Mulai dari kegiatan Sea Scout Camp di Batam pada bulan Maret – April dimana saya sudah mencium bau kecurangan disini. Dana proposal tiba -tiba lenyap entah kemana tanpa laporan pertanggung jawaban, mereka hanya tahu saya yang salah. Puncaknya adalah pada saat kegiatan Pelantara IV Sail Raja Ampat, kami tidak diikutkan menjadi bagian dari Kontingen Kalimantan Barat, padahal ada anak yang bukan Saka Bahari tapi dia ikut kegiatan Pelayaran. wtf -.-
Singkat cerita kami akhirnya tetap pergi kegiatan Pelantara dengan belas kasihan Kak Tommy. Beliau adalah Kepala Dispotmar atau lebih dikenal Ketua Saka Bahari Nasional.
Akhirnya ditahun ini saya mundur dari Saka Bahari dan mulai bekerja sebagai pemandu Wisata Bahari sambilan menjadi pembantu pembina pramuka dibeberapa sekolah.

Tahun 2015 saya mendapatkan kesempatan mempelajari olahraga adventure, single rope technique adalah keterampilan yang saya dapatkan ditahun ini. Sudah sedikit sih daripada tahun sebelumnya yang bisa mendapatkan 3 – 4 keterampilan, bersyukur sajalah. Puncaknya tahun ini saya mendapatkan kesempatan mengikuti Festival Petualang Nasional (bukan Pramuka, hanya untuk orang yang mencintai alamnya) dari sini saya belajar mencintai alam saya, mencintai ular, mencintai kawasan konservasi dan terumbu karang pastinya. Sebagai pemandu saya mulai melarang yang tidak diperbolehkan dialam, sampai ada tamu yang kesel sama saya, Its okay, resiko juga jadi pemandu sama pencinta alam. wkwkwk

Tahun 2016, akhirnya saya membuka biro jasa perjalanan sendiri di Kalimantan Barat, mulai dari nol dan hanya berjalan di Kalimantan Barat. Mulai trip dari Riam Berawant dan Bukit Jamur sampai Pulau Lemukutan dan Randayan. Tahun ini juga saya menyelesaikan misi 2 puncak tertinggi di Indonesia, Puncak Mahameru, Gunung Semeru dan Puncak Dewi Anjani, Gunung Rinjani selama 4 minggu, lamanya perjalan karena perjalanan darat yang ditempuh menggunakan transportasi umum.
Diujung tahun ini saya mengikuti kegiatan Pelantara VI Sail Karimata di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, berhubung daerah sendiri, sayang rasanya jika tidak pergi ketempat itu, walaupun disini kami hanya sebagai tim hore. hahahaha

Tahun 2017, tahun dimana saya mulai memberanikan diri membuka trip keluar kota selain Kalimantan Barat. Gunung Semeru dan Gunung Bromo adalah tempat pertama kali saya membuka perjalanan keluar Kalimantan Barat, masih banyak kurangnya karena hitungan budget yang salah dll, tapi saya bersyukur dapat melakukan ini.
Tahun ini juga saya mengenal namanya komunitas pecinta alam, banyak belajar sih, tapi mungkin karena sudah terbiasa dengan organisasi yang rapih di Pramuka makanya kalau ada yang tidak mengenakkan saya keluar. uda kapok deh ikut komunitas – komunitas pecinta alam. hahaha

Tahun 2018, tahun yang sangat berkesan dan indah, tahun dimana saya benar – benar mencintai seseorang dan sangat berniat menikahinya. Walaupun sampai tulisan ini keluar kami belum menikah karena ada jurang diantara kami berdua, tapi saya percaya kami akan bersama-sama suatu saat nanti.
Awal cerita kami bertemu pada saat dia ngajak ngetrip ke Pulau Temajo, Mempawah. Teluk Paku tepatnya bersama dengan komunitasnya yang kebanyakan mungkin anggota komunitasnya tidak menyukai saya karena saya merebut dia dari komunitasnya.

Semakin dekat dan semakin banyak cerita kami melakukan sort trip ke Danau Lait dan Jembatan Tayan.

Puncaknya adalah ketika kami melakukan long trip ke Jawa – Bali – Lombok, dimulai dengan saya yang meninta izin kepada orang tuanya untuk membawa dia jalan-jalan, perjalanan dikapal semalam 1 hari 2 malam dan dilanjutkan menjelajahi Surabaya, Gunung Bromo, Gunung Semeru, Coban Sewu, Desa Sade, Bukit Merese, Gunung Rinjani, Bukit Selong, Air Terjun Sendang Gile, Gili Trawangan dan Garuda Wisnu Kencana.

Puncaknya ketika kami berada di Sembalun, dia meminta saya untuk serius dengan dia dan di Gili Trawangan tanggal 7 Juli 2018 ketika dia memanggil saya dengan sebutan “sayang” hehehe
Ditahun ini akhirnya saya bisa melihat api dari kawah Semeru, karena beberapa kali kesini selalu telat sampai kepuncak dan yang paling penting bisa menikmati segitiga Semeru dan Rinjani yang jarang sekali saya dapatkan, kalau yang ngerti pasti akan exited banget, wkwkwk

Selesai sudah rangkuman yang bisa saya ingat, sengaja menuangkan dalam bentuk tulisan, karena ingatan yang saya punya tidak sebaik yang manusia lain miliki, rata-rata tulisan yang saya rakum sudah saya tulis terlebih dahulu dibuku catatan yang masih tersisa atau beberapa laporan kegiatan yang saya buat serta mau ngucapin makasih buat @sitimustiani yang selalu mensupport saya untuk menulis blog, katanya kalau punya pengalam itu dibagi, jangan disimpan sendiri. wkwkwkwk Terimakasih =)
(semua ceritanya akan saya jabarkan satu/satu diartikel selanjutnya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *