Naik Gunung? Ini budget dan skill yang diperlukan

Mendaki gunung atau bukit? Sepertinya sudah menjadi hal yang umum dikalangan anak muda belakangan ini, ditambah lagi pemandangan gunung berupa lautan awan yang sering menghiasi media sosial kita. Pasti akan tergoda dengan pemandangan yang indah dan tiada duanya.

Naik gunung atau bukit memang tergolong asik, biarpun membutuhkan tenaga lebih, tapi jarang ada yang kapok jika sudah mendaki gunung, yang ada mereka ketagihan dan ingin menjelajah gunung yang baru lagi. Terus apa saja sih yang harus dipersiapkan sebelum kita mendaki gunung atau bukit? (ngomongin bukit karena Kalimantan Barat didominasi bukit)

Peralatan mendaki gunung

Peralatan mendaki gunung pada umumnya adalah Tas Carrier, Matras, Tenda, Kantung Tidur, Nesting dan Sepatu Tracking (ada juga yang menggunakan sendal, tapi ada tricknya) Ini adalah peralatan yang umumnya digunakan pendaki.

Ini perlengkapan mendaki aku yang dikumpulin kurang lebih 1 tahun

Versi apa adanya (lumayan aman tapi ga nyaman)

Tas carriel lokal 40-60 Liter 400-800 ribu
Matras karet 40-50 ribu dan Matras Almunium 80-120 ribu
Tenda Kapasitas 2 Orang 300-400 ribu
Sleeping Bag 100-200 ribu
Nesting 100-250 ribu
Kompor 100-150 ribu
Sepatu tracking 350-600 ribu
tergantung merek dan kualitas

Versi Aman dan Nyaman

Tas carriel 35-50 liter 1.6 juta sampai 4.2 juta
Matras angin 1,2jt sampai 2,8 juta
Tenda Kapasitas 2 Orang 1 juta sampai 3 juta
Sleeping Bag bulu angsa 600 ribu sampai 3.2 juta
Nesting 500 ribu sampai 2 juta
Kompor 300 ribu sampai 2.4 juta
Sepatu tracking 1.2 juta sa,pai 3.6 juta
Semuanya ada harga ada kualitas
Gimana? lumayan nguras kantong kan? belum lagi aksesoris seperti headlamp dan tongkat yang bisa jadi keperluan pelengkap.
Intinya kalau kegunung biarpun irit tapi hobi ini sangatlah mahal.

Cara mudah gimana?

Banyak pendaki sekarang yang menyewa peralatan mendaki mereka sih, tapi apakah aman dan nyaman? aku rasa enggak, karena kalian tau sendiri kan kualitas barang sewaan tidak selalu bagus, biarpun sekarang ada peralatan mendaki kelas “sultan” yang disewakan, bukan merasa aman dan nyaman malah bikin was was barang yang kita sewa rusak atau cuma lecet.

Sekarang solusi terbaik adalah kalian harus nabung, biar kalian ngerasain kalau naik gunung itu juga butuh perjuangan dan pengorbanan membeli semua peralatannya.

Apa yang harus dimiliki terlebih dahulu?

Kalau kalian sudah nabung, belilah tas carriel terlebih dahulu, disusul matras dan kantung tidur, baru yang terakhir kalian membeli tenda, nesting, kompor, sendal/sepatu tracking dan aksesoris pendakian.
Jadi intinya yang bersifat pribadi atau individual harus didahulukan, barulah kalian beli yang sifatnya berbagi bersama teman kalian atau parnet mendaki kalian.

Carriel sesuai kebutuhan

Nah ini ada point paling penting nih, jika kalian mendaki hanya sekitar 2-4 hari, pakailah carriel 35-48 liter ukuran internasional dan 60-70 liter ukuran lokal, karena intinya ukuran kecil internasional sama saja dengan ukuran besar lokal. Satu keterampilan yang harus kalian latih ketika mempunyai carriel adalah menyusun barang dan peralatan supaya bisa masuk semua kedalam carriel, simple sih, tapi akan terasa sulit kalau kalian tidak mempunyai skill ini.

Perbandingan tas lokal dan internasional, ukuran 60l dan 44l tapi kapasitasnya sama saja

Tenda sesuai kapasitas

Ini yang sepertinya sering terjadi, yang mendaki hanya 2 orang, tapi tendanya untuk 4-5 orang wkwkwk.. ga salah sih, tapi sangat ga efisien, apalagi kalau tenda itu berat banget, kan kasihan punggung dan pundak kalian. Kalau memang pengen tenda yang luas cap spacenya, carilah tenda yang lebih 1 orang dari kapasitas/cari tenda dengan fasilitas teras supaya bisa menaruh barang diteras tenda. Kebanyakan kalau masalah tidur nyaman itu relatif kok. Lebihin sedikit kapasitas untuk ruang gerak kekanan atau kekiri juga penting, ga munafik mah kalau masalah nyaman.

Ini tenda yang aku gunakan, lebih 1 orang aja, supaya mempunyai tempat buat tas aku

Perlengkapan tidur dan perlengkapan makan

Perlengkapan tidur? kalau aku mah maunya pake sarung dan tak pake apa-apa lagi, soalnya sering kegerahan wkwkwkwk.. ups.. balik ke topik..
Perlengkapan tidur digunung umunya pake matras karet dan sleeping bag. Nah kalau matras pengen ringan beli yang almunium dan sleeping bag kalau pengen hangat beli yang dalamannya polar untuk versi hematnya. Dijamin kalian sudah merasa nyaman dan hanget. Nah untuk perlengkapan lainnya yang saya bahas mungkin masalah nesting dan kompor, ya nesting kalau digunung gunain seri DS deh jangan nesting tentara, lalu kalau kompor yang windproof atau versi bunga biar api ga mati ketiup angin.

Outfit?

Ngomongin pakaian nih, nah pakaian bagusnya pakai baju yang cepat kering dan ga nimbulin bau, bahan drifit sangat aku rekomendasikan, kalau celana juga cari celana yang mudah kering, tapi kalau ke gunung pake juga celana bahan ripstop, biar gerakan enak aja. Jangan pake jins atau levis, ga bagus buat “dedek” wkwkwk.. tapi ini serius loh.. next, jaket, bagusan dalaman polar, tapi luarnya harus windproof dan waterproof biar asoyy.. Terakhir masalah sepatu sangat disarankan, soal mau setengat mata kaki, diatas mata kaki atau nutupin seperempat mata kaki ga jadi masalah, masalah kebutuhan aja, nyaman dan aman sih sudah pasti dihadirkan oleh sebuah sepatu. Soal outfit ini selera kalian masing-masih, ini adalah sebagian yang aku tau dan uda pernah digunakan sebelumnya.

Perlengkapan pelengkap

Sebenernya mendaki gunung banyak perlengkapannya, tapi headlamp dan tracking pole jadi barang yang sering aku jumpai dikalangan pendaki, nah ada juga nih pendaki yang biasa bawa sesuatu untuk khasnya sendiri, seperti membawa boneka kegunung, katanya sih biar ada yang nemanin wkwkwk

Senter ini kecil dan sering kelupaam loh kalau naik gunung

Keterampilan atau skill yang dibutuhkan

Keterampilan digunung? wah ribet nih, baiklah saya mulai dari keterampilan pertolongan pertama saat kondisi digunung. Digunung biasa yang terjadi adalah lecet sampai kondisi jantung berhenti sementara. Semua ada keterampilannya, dari lecet yang diharuskan memakai alkohol supaya luka cepat kering, sakit sih, tapi mau gimana lagi? Lalu yang akan dihadapi adalah keselo, nah keterampilan dalam mengurut juga harus kita pelajari loh, terus siapin deh minyak batu, bisa ngurangi rasa keseleo loh. Ada lagi nih hiportermia, nah caranya dipeluk rame-rame, hahaha.. ga perlu, 1 orang aja uda cukup, kalau malu untuk meluk, pakein blanked almunium, bukan gold ya, bedaa. Lalu sajikan juga minuman hangat biar yang terkena hiportermia kondisi tubuhnya membaik. Terakhir heat stroke, biasanya gara-gara panas sih, akibat paling fatal adalah kematian, jadi kalian harus jaga agar korban tetap bisa bernafas dan memonitor suhu tubuh korban itu yang paling penting. (lebih lanjut akan dibahas dalam 1 artikel khusus)

Kayaknya tulisan ini cukup dulu ya, uda kebanyakan bacot, ntar dibilang banyak bacot lagi. wkwkwk

Salam Lestari,

Yandy Koresy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *