Pantai Mangrove Desa Dabong

Ada yang pernah dengar nama Desa Dabong? atau hanya sekedar terlintas ditelinga tentang Desa Dabong? pasti belum pernah ya? aku juga belum pernah :’) sedih akutuh.. jadi aku itu ikut pelatihan dari Dinas Pariwisata Kubu Raya nah tempat magang/praktek sebagai pemandu kami adalah di Pantai Mangrove Desa Dabong. wkwkwk

Desa Dabong sendiri termasuk dalam Kecamatan Nibung, Kabupaten Kubu Raya. Akses untuk ke Desa Dabong ada beberapa alternatif cara, pertama melalui jalur air, ada 2 buah pilihan, memakai speed boat dan kelotok/motor air serta jalur darat menggunakan sepeda motor. Biaya dengan menggunakan speed boat sendiri harganya 120.000,- perorang dan jalannya sehari sekali pada pukul 10 pagi dengan waktu tempuh 1 jam sampai 1 jam 30 menit. Sedangkan jika menggunakan Kelotok/motor air berangkatnya pukul 5 sore, biayanya 40.000,- perorang dengan waktu tempuh 5 jam perjalanan. Pilihan terakhir memakai sepeda motor sendiri dengan jarak tempuh 2 jam dan pastikan bensin full tank ya. Kalau kemarin aku menggunakan speed boat ke Desa Dabong, maklumlah, balik hari. wkwkwk..

Perjalanan dimulai dari Hotel Dangau ke Pelabuhan Rasau Jaya pukul 8 pagi, memakan waktu sekitar 1 jam, tapi aku ga bosan sih, soalnya disampingku itu orang dinas pariwisata, dia banyak cerita tentang sisi lain Kabupaten Kubu Raya, jadi puas banget deh, sampai di Pelabuhan Rasau Jaya, rupanya kapalnya ga langsung siap, kami masih harus menunggu 30 – 45 menit lagi. Jam 10 kurang kami berangkat ke Desa Dabong, jadi aku itu ikut rombongan dokumentasi dan ketua HPI (Himpunan Pramuwisa Indonesia) kami memakai Speed Boat yang bermesin 40PK, ditengah perjalanan kami singgah di Desa Kubu untuk ngopi, ini bang Iwan yang punya cerita. wkwkwk Lanjut lagi jalan dan sampai di Desa Dabong jam 11.45 menit, kasihan yang lain udah pada nungguin kami loh 🙂

Setelah aku sampai di Desa Dabong, aku langsung menuju Pantai Mangrove Desa Dabong, dipintu masuk kita harus membayartiket masuk sebesar 10.000,- + dapat air minum mineral botol 600 ml, ketika masuk ke kawasan wisata, pemandangan yang disuguhkan adalah hutan mangrove raksasa, mungkin selama ini cuma tau yang kecil, tapi disini ukurannya sebesar pohon jati loh. Untuk menuju ke pantai, kita harus berjalan di jembatan kayu setapak. Jaraknya kurang lebih 1,3 KM, tenang aja, ga terasa kok, soalnya hutau bakau disini unik, pemandangan berbeda terus kok, kemarin aja aku berjalan kurang lebih hanya 20 menitan untuk sampai ke pantai, itupun karena banyak berhenti dan harus antri.

Ketika sampai di pantai, aku di suguhkan pemandangan pantai pasir hitam yang luas, masih perawan banget sih pantainya, jarang ada sampah juga. oh ya, hutan bakau disini dulunya adalah hutan lindung, dan sekarang berubah fungsi menjadi hitan taman wisata. di hutan ini juga masih memiliki kekayaan fauna yang beragam, dari kera sampai ular masih bisa ditemui disini, pokoknya bener-bener unik deh dan aku sarankan kalian untuk kesini untuk wisata yang berbeda 🙂

Disini banyak spot, dari pemandangan hutan bakau, jembatan setapak, pantai hitam yang luas sampai pohon mati. jadi ga usah khawatir deh, instagramabel banget kok, tapi disini juga ada kurang seperti MCK dan kantin, itulah alasan kenapa pantai ini termasuk bersih. oh ya, kalau air pasang jangan main di air ya, berbahaya, ada ikan sengat yang bisa membuat kita sakit kepala sampai kejang-kejang.

Kalau dari peta, Pantai Mangrove Desa Dabong ini berada diperairan Teluk Nuri disebelah barat, kalau ga mau capek jalan, pantai ini juga bisa diakses melalui laut dengan jarak tempuh 15 menit menggunakan speedboat. Biayanya 50.000,- peroang jika air sedang pasang, kalau surut garis pantainya bisa sampai 500 meter loh, kebayang gak tuh? wkwkwk

Setelah puas berfoto ria, kita bisa menuju Desa Dabong dengan berjalan kaki, disini banyak pohon mangga loh, lalu MCK ada di mesjid, ini aja MCK yang bisa dikatakan layak. Kalau mau belanja kerang atau udang bisa kok dipasar, jaraknya sekitar 1,3 KM dari jembatan yang sudah ga layak lagi menurutku, mungkin suatu saat pemerintah mau memperbaiki jembatan ini, semoga aja ya 🙂

Sekian dulu tulisan ini dan terimakasih sudah mau membaca,
Salam,

Yandy Koresy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *