Pulau Lemukutan, Pulau Ramah Wisatawan

Pulau Lemukutan, tempat liburannya sebagian besar masyarakat Kalimantan Barat pada musim liburan, terutama kalau uda masuk Idul Fitri, Imlek dan Natal, disini penyebrangan bisa sampai sore hari karena saking ramenya. Ya ini sedikit cerita yang aku alami ketika membawa tamu saat liburan idul fitri tahun ini. Sebelumnya aku selalu menolak untuk membawa tamu pada saat hari raya, tapi entah mengapa, tahun ini aku tiba-tiba mau membawa tamu pada saat hari raya.

Pulau Lemukutan mempunyai akses yang sangat mudah, mulai dari penyebrangan yang biasanya lewat Samudra Indah ataupun Teluk Suak, lalu dilanjutkan dengan mencari penginapan, kapal pada umumnya akan mengarahkan kita ke Teluk Melano dan Teluk Cina, lalu kalian bisa cari sendiri penginapan atau hanya ingin bertenda. Lalu bagaimana dengan aku?

Di Pulau Lemukutan aku biasanya membawa tamu ke penginapan Pantai Batu Putih, disini ada pantai karang mati, kalau menurut peselam dan peneliti ini adalah karang generasi pertama sampai ketiga yang terdampar di pantai ini. Di tempat ini kalian bisa menikmati sunrise, snorkeling dan bermain kano. Kalau untuk nyantai bersama keluarga, disini adalah tempat yang tepat, aku menganjurkan agar datang kesini pada saat weekday, karena pantai ini akan terasa sebagai pantai pribadi dan kemungkinan besar hanya kita tamunya.

Khusus untuk tamu aku, aku menyediakan toilet didalam kamarnya, ya biar ga ribet aja sih, apalagi kalau untuk kepuasan pelanggan, sedikit demi sedikit aku berbenah, soalnya pernah ada sekali tamu yang ngeluh karena toilet diluar. Makan yang aku sediakan adalah prasmanan, jadi bisa ambil sendiri sampai habis 🙂 Tersedia juga air galon untuk diminum selama trip, ya kalau bisa bawa tumbler supaya mengurangi sampah plastik 🙂

Sore hari biasanya aku ngajak tamuku untuk ke dermaga, menikmati sunset atau hanya sekedar berenang dan cliff jump di dermaga, tingginya hanya sekitar 3 meteran, tapi aku berani jamin kegiatan ini akan seru sekali.

Malam hari jika ada ikan, biasanya ada kegiatan bbq, biasanya aku bakar ikan tongkol hitam, tapi tergantung kondisi ada ikan apa dipulau. Lalu bagi yang belum pernah liat milkyway dan cuaca cerah, aku bisa bantu kalian menikmati salah satu ciptaan semesta ini, yang pasti akan buat kalian terkagum dan merasa wah banget deh, salah satu faktor yang buat kalian betah juga

Pagi hari ada 2 kegiatan sih, biasanya yang weekend aku ajak mereka nikmati sunrise walaupun ga sedikit yang masih mager. Lalu kalau bener-bener cerah sebelum makan pagi, aku biasanya ajak mereka snorkeling lagi melihat nemo, ya untung-untungan bisa liat penyu. Kalau yang weekday biasanya pulang pagi dengan catatan pulau dan tamu memang lagi sepi, tapi kalau pulau lagi rame tetap pulang siang sekitar jam 11 siang.

Kalau kalian punya rencana ke Pulau Lemukutan dan pengen di pandu, kalin bisa kok menghubungi saya langsung atau klik link ini

Di Pulau lemukutan ada beberapa aturan yang harus dipatuhi dan ini juga menjadi keresahan aku, contohnya adalah tentang binatang Kima yang ada di pulau ini, kalian sangat dilarang keras memakannya, karena kima sudah dilindungi, lalu tidak boleh membawa karang mati ya, walaupun uda mati, kalau dibawa akan habis juga. Terus kalau lagi snorkeling jangan nyentuh karang pake tangan, otomatis karang itu bisa mati. Lalu bagi yang suka ikan nemo atau badut, cukup dilihat dan difoto saja, jangan sekali-sekali punya keinginan membawa pulang ikan itu, tapi mati kok kalau bukan dihabitatnya, kalau punya sampah plastik dibawalah ke darat lagi, jangan buang kelaut, kasihan binatang lautnya, aku sebenernya pengen ngomong panjang lebar, soalnya masih sering tuh sampah plastik seperti botol, kantong bekas muntahan, pipet dan permen dibuang kelau oleh ABK kapal, belum lagi aku liat tulisan baju keren “sea soldier” tapi buang putung rokok ke laut, sama aja kali buat sampah!! 🙁 cukup deh omelanku dan keresahanku selama dipulau.

Maafkan paragraf terakhirku 🙂
Salam,

Yandy Koresy

1 thought on “Pulau Lemukutan, Pulau Ramah Wisatawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *