Road Trip Kalimantan – Lombok

Uda bulan Juni aja nih, artinya Summer is Coming 😀 hahaha.. Jadi aku mau cerita dan berbagi sedikit pengetahuan barangkali ada yang mau jalan jauh ke Lombok menggunakan motor atau bahkan dari kota asal aku yaitu Kubu Raya, Kalimantan Barat. Jadi aku akan bercerita sesuai pengalamanku, siapa tau ada yang mau mengikuti jejak aku 🙂

Feel free in Java Sea

Jadi sebelum artikel ini keluar aku sudah mengeluarkan 2 artikel yang berkaitan dengan artikel ini, dari persiapan sampai ke perawatan sepeda motor jika berjalan jauh, karena ini bagiannya hanya sampai Lombok, jadi aku cerita apa saja yang agar bisa sampai ke Lombok 🙂 Aku ceritakan juga detail perjalanan aku biar seru 😀 Ini ada manajemen menggunakan sepeda motor dan apa saja yang dipersiapkan kalau naik sepeda motor

Jadi perjalanan kali ini aku ditemani seorang blogger bernama Siti Mustiani, nah kalau mau kepo, aku kasi link ke blognya langsung 🙂

Hari 1
Kami memulai perjalanan ini mulai dari Semarang menuju Surabaya, perjalan membutuhkan waktu sekitar 8 jam dengan keadaan santai serta banyak istirahat, sepanjang perjalanan aku mengisi bahan bakar sebanyak 2 kali serta makan pagi dan makan sore, sampai di Surabaya kami nginap dirumah bang Riza sebelum besoknya lanjut lagi, capek, waktunya istirahat :’)


Hari 2
Hari ini kami pesiar ke Tugu Pahlawan dan Tugu Sura dan Baya, nah ke Tugu Pahlawan ini atas permintaan dari partnerku, kami banyak mengambil moment disini, maklumlah, aku bukanlah orang yang suka berfoto dengan sebuah monumen. Sorenya kami berangkat ke Tumpang, Berangkat ke Tumpang membutuhkan waktu 3-4 jam jalan santai dan mengisi bensin sebanyak 1 kali. Di Tumpang kami bermalam di rumah bang Dwiki dan tengah malamnya kami menuju Bromo.

Hari 3
Kami berada di Bromo nih, mengunjungi tanjakan 3, tanjakan Seruni dan Kawah Bromo, oh ya di Bromo biasanya ada guide yang bersedia ngantarin kalian buat ngeliat Sunrise loh, bayaranya relatif dari 200-300 ribu sekali mengantar. Ga ada salahnya kalau kalian bayar guide, apalagi disana tempat penduduk asli Suku Tengger, jadi berbagi aja ya 🙂 Sore harinya kami mengecek kesehatan, soalnya besok kami nanjak Gunung Semeru. Satu lagi nih, awal cerita aku drop juga disini sampe ditampung dirumah pak Hadi di Gubukklakah 🙂

Hari 4
Berangkat dari Gubuk Klakah dari jam 6 menuju Desa Ranu Pane, kami hampir mendapatkan musibah, motor matic didepan kami termundur dan kami hampir mengalami kecelakaan yang mengerikan kalau sampai terjadi 🙁 Sampai di Ranu Pane jam 8 pagi, kami regristrasi dan mengikuti briefing dari SAVER dan tidak lupa makan dulu sebelum nanjak, makanan fave aku uda pasti soto daging, ini kali satu faktor yang bikin aku selalu rindu dengan Ranu Pane 😀 perjalanan ke Ranu Kumbolo kami hanya memakan waktu sekitar 5 jam, mendirikan tenda, masak dan makan lalu istirahat.

Hari 5
Selamat pagi, Rakum lagi sejuk-sejuknya nih, saatnya bikin energen dan masak buat naik ke Kalimati. Sebenernya di Rakum adalah tempat yang paling asik buat mageran pagi-pagi, bagi yang belum pernah ke Rakum jangan heran ya kalau malam masih sepi tapi pagi ramenya luar biasa 😀 Di Rakum juga ada toilet basah bukan kering loh ya, jadi kalian bisa mandi kalau sanggup tahan dingin 🙂 Jam 10an langsung packing, ke Kalimati, kami tracking selama 2-3 jam jalan santai dan sampai di Kalimati jam 1 siang, setelah mendirikan tenda dan makan, kami langsung istirahat, karena jam 10 malam nanti akan prepare buat ke Puncak Mahameru. Usahakan tidur dari sore ya, ke Puncak butuh tenaga yang ekstra loh.

Hari 6
Jadi hari ini itu muncak ke Mahameru, perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam, karena kami banyak istirahat dan tidur di jalur sih wkwkwk cuaca hari ini angin di puncak, biasanya bisa lepas sarung tangan, tapi hari ini ga bisa, pas ngecek pake barometer di jam tangan -2 derajat celcius, bisa dibayangkan ya dinginnya. wkwkwk.. Di Puncak Mahameru kami hanya sekitar 30 menit, cukup dengan berfoto, membuat sedikit timelapse dan mencium bendera di puncak. Jam 6 pagi langsung turun, itupun padatnya luar biasa dan harus ngantri (maklum, musim liburan anak sekolah). Sampai di Kalimati kami makan dulu sebelum akhirnya turun langsung ke Ranu Pane jam 10 pagi. Perjalanan turun akan terasa lebih cepat kok, tenang aja. Sampai di Ranu Pane jam 4 sore, kami langsung makan lagi wkwkwk dasar akunya aja seperti babon makan mulu. Pulang dari Ranu Pane kami langsung ke Gubuk Klakah ke tempat pak hadi lagi untuk menumpang tidur disana. Oh ya, I have a trouble with my motorcycle, dimana karet ban meleleh dan kondisi ban yang panas, padahal daerah ini sejuk banget loh. Besoknya deh baru diurus. Ingin tau lebih jauh tentang Gunung Semeru? link ada disini ya.

Hari 7
Uda 1 minggu aja ya di tanah Jawa, Masih dirumah pak Hadi nih, hari ini aku ke bengkel pagi-pagi buat perbaiki karet ban belakang, ini adalah termasuk pengeluaran yang tidak disangka, jadi ini kenapa harus nyiapin dana tidak terduga. Pak hadi hari ini ga kerja, beliau dirumah karena di tempat ini hari Jumat memang libur. Pak Hadi hari ini membuat bingkai kayu, aku ga ngerti juga sih pak Hadi buat apa, biarpun uda nanya sekalipun, emang dasarnya ga ada bakat dibidang pertukangan. Siang harinya aku langsung bergegas, tujuan kami adalah ke Coban Sewu, eng ing engg… Sebelum ke Coban Sewu aku makan Bakso Malang dulu, lalu lanjutin ke Coban Sewu, perjalan memakan waktu 3 jam dan harus isi bensin penuh lagi ya. 🙂 Setelah puas berfoto dan dan mengambil video, ada hal yang mengerikan nih. wkwkw Droneku kehilangan kendali dan aku panik banget, sampe gemetaran gara-gara sharky (nama drone aku) oke, kami langsung cabut ke Banyuwangi, tapi karena badan uda sangat capek, akhirnya aku bermalam disebuah Mesjid di daerah Jember ke arah genteng. hufttt… :v

Hari 8
Pagi ini kami akan berangkat ke Banyuwangi, bangun sekitar jam 4 ketika mereka akan melaksanakan sholat subuh. Kondisi pagi ini sangatlah dingin, air untuk cuci muka aja seakan membeku, tapi penduduk sekitar dengan santai ber-wudhu tanpa merasa kedinginan, mungkin uda terbiasa kali ya wkwkwk.. Pengalaman nginap di mesjid ini cukup aman, walaupun sepi dan mesjid belum terlalu jadi. Wes, kami lanjut jalan sampai daerah Genteng, Banyuwangi, disini aku istirahat lagi dikarenakan hujan, oh ya ini juga hujan pertama sejak ngertrip semingguan lalu. Jam 6 pagi setelah hujan reda, kami langsung lanjut ke Banyuwangi, makan sebentar di sekitar pelabuhan Ketapang, sebelum menyebrang pada pukul 9 pagi. Sampai di Bali jam 11 siang (perbedaan waktu +1 jam) jadi kami rugi sejam nih kalau diitung, wkwkwk nah di Bali aku cuma numpang lewat aja, perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Padang Bay kami habiskan hampir 10 jam, soalnya jalannya santai aja, ga buru-buru, banyak singgah juga. Di Bali kalian butuh isi bensin sebanyak 2 kali dan kalau masuk Bali bagi kalian yang bawa kendaraan pasti diperiksa, jam berapapun itu. Pastikan Sim dan STNK dibawa ya. 🙂 Malam ini kami tidur di Kapal dari Padang Bay ke Pelabuhan Lembar. Di Padang Bay kalian pasti akan antri jika akan memasuki kapal, terus kapal yang akan ke Pelabuhan Lembar biasanya durasinya lebih lama, karena harus ngantri untuk bersandar, estimasi waktu juga ga sebentar, normalnya 4 jam, tapi kami habiskan waktu sampai 6 jam dikapal doang. wkwkwk.. Sampai di Lombok kami langsung ke penginapan yang kami booking via Trav*loka, pesannya A*ry room, dapatnya RedDo*orz, ga ada yang nyambung by the way..

Hari 9
Selamat siang, wkwkwk.. Kami terbangun dari tidur jam 10 siang, soalnya kami tidur jam 5 pagi setelah kemarin seharian ga ada istirahat 🙁 Oke, lanjut jam 12 siang setelah semua dipacking kami meluncur ke rumah Olga, tapi aku disambut oleh tantenya Olga yang bernama Tante Yanti, nah disinilah tempat aku menginap selama di Lombok. Jam 1 siang kami langsung gas ke Praya Lombok tengah, tapi sebelumnya kami singgah dulu di Islamic Center lalu menuju Desa Sade, setelah ke Desa Sade, kami langsung ke Pantai Kuta Mandalika dan diakhiri dengan Bukit Merese, di Bukit Merese aku banyak sekali take video lalu ambil timelapse serta beberapa foto untuk dijadikan kenangan. Pulang dari Bukit Merese kami langsung ke Mall Epicentrum untuk menonton film “Kulari ke Pantai”, bioskop serasa punya kami doang, ga ada yang nonton selain kami. wkwkwk

Hari 10
Wah uda 10 hari perjalanan :’) Jadi pagi ini kami ke Warung Banjar, disini ada makanan yang Lezat banget, ga akan ditemui dimanapun deh, menu favorit aku sendiri adalah Soto Banjar memakai nasi putih, harganya 25 ribu seporsi, tapi aku berani jamin kalau kalian ga akan nyesal kesini (duh, jadi lapar dan pengen) Siangnya aku ke Mataram Mall makan McD dulu, uda kangen dengan makanan yang satu ini, wkwkwk.. Lalu kami pergi ke beberapa toko outdoor untuk cari gear setelah itu pulang, packing langsung cuss ke Sembalun Lawang jam 4 sore. Dari Mataram ke Sembalun memakan waktu sekitar 4 jam dengan istirahat, lalu setelah sampai di Sembalun, kami dapat penginapan yang punya pemandangan langsung Gunung Rinjani, rasanya amaze banget, di Sembalun uda dingin ya, jangan sok kuat buat mandi deh, yang ada malah sakit. Ohya, penginapan disini hanya biayanya 250 ribu permalam. Nama tempatnay “Exotic Rinjani Lodge” 😀

Hari 11
Selamat pagi Sembalun, Rinjani nampak cantik sekali hari ini 🙂 Pagi ini setelah sarapan nasi goreng dari penginapan, kami langsung ke Basecamp Rinjani atau pos perizinan mendaki TNGR kalau masih kurang jelas, ini adalah tempat mengurus Simaksi (seperti surat izin mendaki), jadi kami ngurus surat izin mendaki lalu mendapat satu buat trash bag sebagai tempat sampah untuk dibawa turun. Sekitar jam 9 pagi kami mulai nanjak Gunung Rinjani, dari awal start sampai ke pos 1 kami jalan menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam, soalnya banyak istirahat, maklumlah ya, badan juga udah tua, barang bawaan hampir 50Kg, kebanyakan sih beratnya karena logistik, sampai di pos 2 sejam kemudian, lalu dirikan tenda di Pos 2, alasan ngecamp di pos 2 karena uda capek sih. wkwkwk

Hari 12
Badaii.. baru juga bangun pagi tapi debu uda dimana-mana, wkwkwk jadi dari subuh aku terkena badai di Pos 2 Sembalun, tenda penuh dengan debu, ga bisa masak pagi ini, jadi kami foto-foto sebentar sambil menikmati Gunung Rinjani, lalu packing untuk lanjut jalan ke Pelawangan. Sampai di Pos Bayangan sebelum Pos 3, kami masak dulu, perut uda meronta-ronta kelaparan 🙁 Selesai makan, ketemu Pos 3 beberapa menit kemudian dilanjutkan dengan naik ke Bukit Penyesalan, bukitnya ada 7 dan Pos 4 berada di bukit ke empat dari 7 bukit, nah waktu naik sendiri memakan waktu 6 jam lebih, barang bawaan aku masih dikisaran 40Kg + sampah 🙁 remuk badan :’) Akhirnya jam setengah 5 sore kami sampai di Pelawangan Sembalun lalu mendirikan tenda, mengambil air dan masak serta istirahat untuk persiapan summit attack pada saat tengah malam 🙂 Selamat tidur..

Hari 13
ZzzzzZzzz… Bangun, uda jam 12 malam 🙂 Hari ini kami summit attack, ke Puncak Gunung Rinjani tidaklah mudah, jalan ke puncak cendrung landai, tapi menanjak pada ujung puncak, perjalanan ke puncak memakan waktu sekitar 6 jam, di puncak Rinjani angin lumayan kuat dan lumayan dingin juga bagi yang ga tahan dingin. Setelah mengabadikan moment di Puncak Rinjani, kami segera turun, turun dari Puncak memakan 2 jam perjalanan. Sampai di Pelawangan ternyata tendaku sudah diserang monyet penghuni Rinjani, tenda kami hancur terkoyak-koyak, serta logistik habis dijarah oleh monyet. Sedih sih, tenda mahal-mahal malah hancur kena monyet. Jam 10 pagi kami langsung turun ke Sembalun Lawang, sekitar jam 6 malam sampai di Pos keberangkatan lalu aku ke homestay untuk istirahat. Di homestay aku masih bisa mandi dengar air hangat dan makan nasi goreng. (sudah jangan ngiler) wkwkwk Penginapanku hari ini bernama “Pondok Sembalun”, lokasinya tepat dibelakang basecamp atau kantor TNGR, penginapan disini hanya 200 ribu permalam kok, murah kan?? Selamat tidurrr..

Hari 14
Brrr…. Pagi yang dingin di Sembalun, bangunpun sampe kesiangan jam 8 pagi, habis mandi kami langsung ke Bukit Selong, oh ya di Bukit Selong lokasi lerengnya ada rumah adat Suku Sasak Sembalun yang tersusun rapi, tapi sayang rumah adat ini tidak ada yang menempati. Naik ke Bukit Selong hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit, sayangnya kakiku lagi sakit, jadi ga bisa deh ke puncak yang tinggi, tapi disini aja kami uda bisa melihat pemandangan yang cukup indah, ditambah aku menggunakan drone untuk melihat indahnya hamparan sawah berkotak-kotak dan berwarna warni. Setelah pulang dari Bukit Selong, kami langsung ke penginapan untuk packing dan checkout. Untungnya penginapan ini ga terlalu ketat, soalnya kami checkout uda jam 1 siang, normalnya jam 1 siang. wkwkwk Cuss lanjut kami ke Senaru menuju Sendang Gile dan Tiu Kelep, perjalanan dari Sembalun memakan waktu sekitar 1 jam lebih, sampai disana rupanya untuk ke Tiu Kelep sangatlah jauh, memerlukan waktu sekitar 30-40 menit, tapi kalau cuma ke Sendang Gile hanya sekitar 10 menit, ya sudahlah lain kali mungkin bisa pikirku seperti itu. Apalagi ke Tiu Kelep kami harus mengeluarkan dana sekitar 100 ribu untuk biaya pemandu, sedangkan waktuku sangat singkat di Senaru. Sore sekitar jam 4, kami kembali ke Ampenan, perjalanan sendiri memakan waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke Ampenan dari Senaru, kami melewati pantai utara Lombok, pemandangan cukup indah, walaupun berjalan disini harus berhati-hati. Jam 8 malam sampai di rumah Tante Yanti kami langsung istirahat, badan uda remuk :’)

Hari 15
Special days 🙂 Ga tau kenapa pagi ini semangat banget ngejalanin kegiatan, padahal hari ini jadwalnya pengen ke pesisir barat Lombok dan diakhiri dengan nginap di Gili Trawangan 😀 Jadi kalau di Lombok aku punya kebiaasan untuk loundry pakaianku habis mendaki atau ngetrip, lalu hari ini kami cari makan pagi di Warung Banjar lagi, sekitar jam 9, kami langsung cus ke Pelabuhan Bangsal, perjalanan dimulai dari Ampenan, sempat singgah di Villa Hantu (tapi sayang, ga ada tangga langsung keatas lagi), but, pemandangan di Villa Hantu tetap wow kok 🙂 Jam 10 pagi kami sampai di Pelabuhan Bangsal, kami parkir motor dulu, disini penitipan motor hanya 10 ribu rupiah permalam kok, lalu kami beli tiket kapal untuk ke Gili Trawangan, harganya 15 ribu doang kok serta ada retribusi jasa wisata sebesar 1000 rupiah, murah kan? jadi kalau pulang pergi hanya sekitar 30 ribu rupiah. Oh ya, liat warna tiket juga, karena itu yang menentukan kapal yang akan kami tumpangi. Lanjut, nyebrang ke Gili Trawangan hanya sekitar 15-20 menit doang, kalau ombak besar sekitar 30 menit. Sampai di Gili Trawangan kami langsung ke penginapan, harga permalam disini kalau homestay sekitar 100-300 ribu rupiah dan untuk sekelah hotel dimulai dari 500 ribu rupiah, kami sendiri dapat penginapan dengan harga 150 ribu rupiah, lalu bisa sewa sepeda dengan harga 50 ribu rupiah perhari, jadi bukan perjam yang harganya sampai 35 ribu rupiah :’) Harga makanan disini cukup bersahabat dengan kantong kok, kami aja bisa dapat paket nasi goreng dan jus buah dengan harga 50 ribu rupiah, di Gili kami langsung keliling dari sisi timur sampai ke sisi barat di Ombak Sunset (ini ada gantungan atau ayunan yang hits loh) lalu disini bisa juga berfoto dengan kuda dengan biaya 50 ribu rupiah untuk 30 menit foto dengan kuda dengan latar laut luas. Sebenernya di Gili banyak spot foto sih, tapi ga mungkin kan kami foto semua 🙂 Oh ya, Gili Trawangan adalah pulau yang hidup 24 jam, malam hari selalu ada party, apalagi event tahun ini ada Piala Dunia, kebayangkan hype-nya seperti apa? Intinya hari ini, hari yang indah dan bahagia buatku 🙂

Hari 16
Pagi Gili, duh, rupanya Gili Trawangan lagi kena angin panas :’) Tidur aja keringatnya ga tentu rudu (maksudnya kebanyakan), di Penginapan lumayan bisa tidur sih, biarpun malam hari sempat ribut karena pertandingan bola (maksudnya ribut nonton bareng), lalu kami dikasi sarapan, menunya ada Omelet dan Sandwich, wah aku pikir enak dan banyak nih, sekali datang, telur dadar dan roti panggang :’) duh, ekspetasi jangan kebesaran deh. wkwkwk.. Selesai mandi kami langsung ke Wajan, ini tempat makan dibelakang mesjid, makanannya murah banget deh, paling mahal 30 ribuan, itupun karena pakai daging sapi. Setelah makan siang, kami keliling Gili Trawangan lagi untuk mencari spot foto, oh ya disini kalian bisa ikut Trip Snorkeling yang harganya 100 ribu rupiah per orang, kalian akan dibawa menggunakan boat dan keliling 3 pulau, seperti Gili Meno dan Gili Air serta Gili Trawangan pastinya, kalau disini kualitas bawah lautnya jangan diragukan ya 🙂 Jam 1 siang, kami balik ke darat lagi, lalu langsung pulang ke Ampenan, sampainya kami di Ampenan, aku langsung istirahat dan packing, malam ini kami akan kembali ke Bali melalui pelabuhan Lembar sekitar jam 8 malam, tapi ngantrinya ituloh, lama, hampir 2 jam ngantri baru bisa masuk ke kapal, uda lupa juga pake kapal apa, soalnya malam hari kan, uda capek juga. Selamat malam, kami tidur dilaut.

Hari 17
Hai Bali, sampai di Padang Bay sekitar jam 4 subuh, lalu kami lanjutkan perjalanan dan singgah di Alfamart untuk makan popmie pagi ini, sedap rasanya, apalagi Bali baru selesai hujan, sekitar jam 6 pagi kami lanjut jalan, tujuannya adalah Garuda Wisnu Kencana, tapi sayang, Patung GWK belum jadi sempurna ketika aku berkunjung kesini. Harga tiket masuk untuk dewasa sekitar 80 ribu rupiah, tapi hari ini kami menunda masuk dan hanya melihat dari jauh saja. Setelah dari GWK aku langsung McD untuk beristirahat, sekiatar jam 12 siang kami baru lanjut ke Pelabuhan Gilimanuk untuk menyebrang ke Pelabuhan Ketapang, kami bermalam di sebuah mesjid di Banyuwangi, capek banget dah hari ini 🙁

Hari 18
Hari ini kami habiskan waktuku sepanjang perjalanan. Mulai berjalan dari Banyuwangi jam 4 subuh, lalu makan di Situbondo jam 8 pagi, lalu lanjut sampai Probolinggo dan istirahat beberapa menit disini. Setelah itu lanjut sampai Pasuruan dan Sidoarjo, di Sidoarjo, kami melihat banyak pabrik baru, karena sebelumnya terendam oleh lumpur Lapindo, oh ya, jalan di Sidoarjo sedikit menyesatkan ya kalau memakai motor, jadi harus teliti memilih jalan. Jam 4 sore sampai di Sidoarjo, kami makan Soto Daging, nambahnya 2 kali pula :’) duh, aku lupa sama perut. Sampai di Surabaya sekitar jam 6 sore dan kondisinya macet banget, kami langsung ke tempat bang Riza untuk beristirahat. ah, capek sekali hari ini.

Hari 19
Pagi Surabaya, aww, uda hari terakhir aja nih, sedih karena uda harus pulang. tapi sebelum pulang kami main dulu ke Suramadu, ya merasakan naik motor di Suramadu asik loh 😀 Selesai berjalan, kamipun pulang ke rumah bang Riza lagi untuk packing dan mengantarkan Siti Mustiani partner perjalananku pulang ke Kalimantan.

Perjalanan panjang kamipun berakhir, ada cerita disetiap perjalanan, filosofi tentang kenangan yang sulit untuk dilupakan, Perjalanan sebenernya memakan waktu 21 hari, 2 hari pertama di Kapal Dharma Rucitra IX tidak aku jabarkan, ga ada yang perlu dibahas juga sepertinya selain harga tiket kapal dengan penumpang, mungkin itu perlu sebagai informasi. Perlu ga ya detail perjalanan aku jabarkan? nanti aja lah ya kalau ada waktu. Tulisan ini juga pertanda satu tahun lalu kami memulai perjalanan dengan sepeda motor pada tanggal 21 Juni 2018 🙂

Rincian biaya perjalanan secara garis besar sebagai berikut:
– Kapal Rp. 1.077.000,- (Penumpang dan Kendaraan)
– Perbaiki Motor (ganti ban, oli, rantai dan service kalbulator) Rp. 1.200.000
– Simaksi Semeru Rp. 152.500,- Weekday (3 days)
– Simaksi Bromo Rp. 60.000,- Weekend
– Bensin Pertamax Rp. 900.000,-
– Penyebrangan Ketapang-Banyuwangi Rp. 48.000,- PP
– Penyebrangan Padang Bay – Lembar Rp. 258.000,- PP
– Hotel Kertayoga Rp. 102.000,-
– Simaksi Rinjani Rp. 50.000,-
Selebihnya hanya makan dan keperluan lainnya, bisa dipersiapkan sendiri 🙂

Terimakasih udah mau baca bacotanku :’)
Salam,

Yandy Koresy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *