Rainforest World Music Festival (RWMF) 2024 dibuka dengan meriah, menandai perayaan transformatif dengan tema tahun ini “Evolusi’. Dalam edisinya yang ke-27, RWMF melampaui perannya sebagai festival musik, menawarkan pengalaman mendalam yang memadukan pariwisata yang bertanggung jawab, perayaan budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menyambut peserta dari seluruh dunia, RWMF 2024 menampilkan 72 musisi internasional dan 75 musisi lokal, yang menggabungkan total 22 aksi. Para artis ini memiliki basis penggemar kolektif sebanyak 12 juta pengikut di berbagai platform seperti spotify, YouTube, Instagram, dan Facebook, yang menyoroti jangkauan global festival yang luas.
Workshop dan tenant yang unik di perayaan Rainforest World Music Festival 2024, mulai dari pembuatan kue tradisional (Sago), tuak (minuman fermentasi), membuat sape sampai membuat kain tradisional. Selain itu juga ada juga area yang menjual berbagai pernak pernik sampai oleh-oleh khas Sarawak.
Rainforest World Music Festival tahun 2024 ini juga mengambil konsep untuk membuat bumi lebih baik lagi, mulai dari pengurangan sampah plastik, pengurangan botol minuman, daur ulang sampah kaleng, pengurangan energi yang yang terbuang sia-sia, sampai konsep konser yang efektif untuk penghematan daya. Ini adalah komitmen keberlanjutan akan hidup yang lebih baik dan masa depan Bumi agar bisa dinikmati oleh generasi berikutnya.
Day 1 “The Best Of Kitaro Live”

Pemenang Grammy Award dan Golden Globe Award “Kitaro Live World Tour” ini memang menjadi daya tarik tersendiri, meskipun setelah Kitaro tampil, ada Belle Sisoki si perpaduan musik etnik dan musik digital. Penonton Kitaro kebanyakan memang orang yang berumur, akan tetapi antusiasme fans berat Kitaro ini tidak bisa dipandang sebelah mata, sampai-sampai tiket show hari pertama sold out/terjual habis.
Day 2 “Alena Murang Ethnic Show”

Bukan salah satu icon RWMF, tapi mungkin menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena seorang wanita blesteran bermain alat musik tradisional Suku Dayak yaitu Sape’. Walaupun sebenarnya lebih pengen lihat Uncle Metthew ataupun Jerry Kamit ketika bermain Sape’, tapi rasa itu terobati ketika melihat workshop “The Evolution of Sape'”. Jujur aku suka dengan festival ini adalah karena membawa tema musik tradisional dari seluruh dunia, itu unik dan tidak bisa didapatkan di tempat lain.
Day 3 “Havana Social Club for The Finale”

Campuran musik reggae dan tarian khas america latin dan salsa membuat suasana riuh ramai dengan vibes positif penuh kebahagiaan, itulah yang dibawa oleh “Havana Social Club” di acara workshop mereka di Dewan Lagenda. Show malam hari dengan hujan rintik sampai deras pun tidak ada apa-apanya demi menunggu “The Finale”, walaupun konsep “The Finale” tahun memang sedikit berbeda, biasanya semua performance berdiri di panggung dan menutup festival, tapi tahun ini benar-benar ditutup langsung oleh Havana Social Club.
Rainforest World Music Festival 2024 bukan hanya sekedar perayaan musik dan budaya, itu adalah sebuah komitmen terhadap keberlanjutan dan pengelolahan lingkungan hidup. RWMF juga menjadi kesempatan untuk bertemu orang baru dari seluruh dunia, berkumpul, menikmati musik, menjalin perahabatan baru, merayakan keberagaman budaya dan melindungi budaya.
Sampai jumpa di Rainforest World Music Festival tahun 2025!!! Semoga tahun depan kita bisa bertemu di festival ini, cao!