Aku sudah gak tau lagi sudah berapa lama ga nulis blog tentang pengalaman, ya selain ngurus kepindahan di Bali, juga banyak kerjaan karena statusnya bukan pemilik usaha lagi, wkwkwk..
Tapi mari kita mulai lagi menulis dan membagikan pengalaman menjelajah Bali ditengah kesibukan, salah satu destinasinya adalah Pantai Nunggalan yang terletak di Uluwatu. Mungkin pantai ini sudah populer, bahkan sangat populer beberapa tahun lalu, akan tetapi yang namanya viral pasti akan redup juga.

Moment untuk ke Pantai Nunggalan
Kalau kamu mau ke Pantai Nunggalan, waktu paling tepat adalah saat pasang air laut lagi tinggi dan itu lebih baik saat jam 9 pagi sampai jam 2 siang. Sebenernya karena faktor cahaya juga yang mempengaruhi jam berkunjung ke pantai ini. Dipantai ini mungkin panas, tapi jam yang aku anjurkan akan membuat pantai sepi dan kamu bebas mengeksplorasi pantai ini, berfoto diatas bekas kapal yang sudah di cat grafiti, atau hanya sekadar menikmati pantai.

Apa yang bisa dilakukan?
Nah ini jadi pertanyaan aku ketika ke pantai ini, apakah di pantai ini cuma bisa berfoto? atau berjemur dengan menyewa kursi serta payung? tapi aku mendapatkan hal yang unik, kita bisa piknik disini, ya piknik, walaupun pasti tantangan juga bawa peralatan kemping ke pantai ini, tapi kalau cuma sekedar piknik bawa makanan untuk makan dibawah sambil menunggu moment bagus di pantai ini pastinya akan sangat menyenangkan.

Akses ke Pantai Nunggalan
Cerita dulu ya, ke pantai ini kalau dari aku yang berangkat dari Denpasar Selatan, harus pagi sekitar jam 8 pagi, dilanjutkan masuk ke rute macet GWK – Uluwatu, nah memang saran aku lebih baik pake motor sih biar enak nyelip dan satset. Kalau dari Denpasar Selatan aku butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan untuk sampai tempat parkir di pantai ini.

Dilanjutkan dengan berjalan kaki dari atas menuju pantai yang memakan waktu sekitar 20 menitan, jalan menuju pantai mempunyai kontur tanah mulai dari semen, tangga batu sampai dengan tanah dan lapisan batu karang. Semi hiking deh istilahnya, tapi ini yang membuat pantai ini unik, jadi capek setelah turun bisa nyantai di pantai, please jangan nanya naiknya bagaimana, hehe

Apa yang unik?
Pantai ini terletak di bawah tebing, harus punya effort untuk sampai ke bawah, lalu pantai ini memiliki spot foto seperti padang savana, buritan kapal yang terdampar dan sudah di cat grafiti. Kalau ingin moment epik, bisa memakai drone sebagai media untuk berfoto di buritan kapal. Disini hanya ada penjaga warung dengan jasa seperti kursi dan payung. Di pantai ini kamu juga dapat menemukan butiran pasir yang menyerupai mutiara, sebenernya itu dari terumbu karang sih yang udah mati.



Kalau mau jalan bareng explore Bali, hayuk aku terbuka untuk siapapun. Kalau pengen aku jadi guide dan tukang dokumentasi juga bisa, hahaha