Bercerita tentang Pulau Lemukutan untuk kesekian kalinya, ya kali ini aku akan bercerita tentang Pulau Lemukutan dari sisi bawah laut. Mungkin sebagian besar dari kamu kalau ke Pulau Lemukutan hanya ingin melihat Ikan Nemo atau Clownfish tapi kamu harus tau, masih banyak yang bisa kamu jumpai di bawah laut Pulau Lemukutan.
Ya, ini juga berhubungan dengan kegiatan aku yang sekarang lebih sering menyelam dengan tabung (Scuba Diving) dan menyelam bebas (Free Diving). Aku mulai menemukan semua yang unik didalam laut Pulau Lemukutan, dari hal yang terasa aneh seperti ikan Moray sampai sesuatu yang imut namun menyeramkan seperti Nudibranch.
Pengalaman aku mungkin baru dimulai dari bulan Agustus 2021 sampai dengan sekarang disetiap weekend aku selalu menyempatkan diri ke pulau untuk mencari hal-hal baru di bawah laut, dan mungkin bulan Oktober minggu ketiga dan bulan November ketiga menjadi puncak aku menemukan banyak sesuatu yang unik, ya mungkin karena air sedang jernih-jernihnya, hehehe.
Terumbu Karang
Di bawah laut Pulau Lemukutan banyak terumbu karang yang bisa dijadikan objek foto, memang sih kalau mau terumbu karang yang bagus harus menyewa kapal lagi atau menyelam lebih dalam. Soalnya disni masih banyak tamu yang belum diedukasi untuk merawat trumbu karang. Ga usah munafik sih, aku sebagai pemandu di Pulau Lemukutan juga miris melihat tingkah tamu yang ga bisa diomongin, mau ditegur mereka tamu, ga ditegur mereka seenaknya menginjak trumbu karang.
Pertama ada Hard Coral atau karang keras, ya sesuai namanya ini adalah karang keras yang mungkin membuat orang yang menginjak atau hanya sekedar tergesek karang ini akan mengalami luka, luka yang dihasilkan juga cendrung belendir, nah kalau dari pengalaman aku jika kena luka dari karang ini sebaiknya ditumpahin alkohol aja, biar lukanya kering dan lendir dari karang ini hilang. Kalau tidak ada penanganan yang cepat luka akibat karang ini akan bertahan kurang lebih 3 mingguan, tentunya cendrung sakit ya, hehehe.. Oh ya, karang keras di permukaan laut ini ada di Teluk Cina, Pantai Batu Putih, Pulau Lemukutan.
Selain hard coral atau karang keras, ada juga soft coral atau karang lembut di Pulau Lemukutan, walaupun keberadaan soft coral cendrung lebih dalam dan jarang sekali ada dipermukaan, tapi soft coral mempunyai daya tarik tersendiri. Soft coral sendiri berada di kedalaman 1,5 meter ke bawah, biasanya semakin dalam soft coral semakin cantik. Oh ya, foto di bawah adalah soft coral di kedalaman 3 meter lebih di daerah Tanjung Jati, Pulau Lemukutan.
Terakhir ada karang karang tabung, akan tetapi karang tabung di Pulau Lemukutan di Teluk Cina, Pantai Batu Putih ini dipenuhi oleh cacing laut, sebenernya belum ada penelitian lebih lanjut tentang cacing di karang ini sih, cuma tempat ini cantik aja kalau dijadikan objek foto, apalagi kalau ada subjek fotonya 🙂
Binatang Laut
Di Pulau Lemukutan sendiri terdapat berbagai binatang laut, mulai dari Clownfish atau yang kita kenal dengan Ikan Nemo, sampai dengan Ikan Buntal. Sebenernya aku cuma konsen dibeberapa tempat aja di Pulau Lemukutan, mulai dari Teluk Melano, Tanjung Jati dan tentunya Pantai Batu Putih, Teluk Cina.
Pertama sekali yang ingin aku tunjukan adalah Penyu, di Pulau Lemukutan sendiri penyu yang pernah ditemukan sebelumnya adalah Penyu Hijau, Penyu Sisik, Penyu Lekang, dan Penyu Belimbing. Nah, khusus Penyu Belimbing menurut warga disana terakhir ditemukan bulan maret 2021 bycatch atau tidak sengaja terangkat ketika menagkap ikan di bagan.
Kalau dari pengalaman pribadi, aku hanya pernah melihat tiga jenis penyu di Pulau Lemukutan, dan yang paling sering adalah Penyu Hijau dan Penyu Sisik, sedangkan Penyu Lekang hanya pernah bertemu sekali di daerah Porok, Pulau Lemukutan. Nah, Penyu Hijau yang masih banyak di sekitar Pulau Lemukutan, bahkan di beberapa penginapan seperti penginapan Pantai Batu Putih ada Penyu Hijau yang kemungkinan besar akan terlihat saat kita snorkeling.
Selanjutnya ada Ikan Nemo atau Clownfish, ikan ini cukup populer dikalangan wisatawan, ya rata-rata kalau kepulau, wisatawan akan bertanya “Dimana tempat melihat ikan ini?”, sayangnya di Pulau Lemukutan ikan ini sudah dikumpulkan disatu tempat khusus, bukan ditempat seharusnya. Aku pribadi tau sih dimana tempat-tempat Ikan Nemo yang masih ditempat seharusnya. Tapi ada nilai tambah juga sih kenapa mereka mengumpulkan ikan ini di suatu tempat khusus agar bisa berfoto dengan ikan ini di bawah air. Oh ya, letak Ikan Nemo di foto ini ada di Tanjung Jati, Pulau Lemukutan ya, lokasinya sekitaran 1 meter ketika air surut.
Nah, kali ini ada sesuatu yang mungkin sudah langkah di Pulau Lemukutan, yaitu Ikan Buntal atau Puffer Fish. Ikan ini cendrung berbahaya jika merasa terganggu dan terancam, badan ikan ini akan mengembang seperti durian dengan duri yang tajam. Tapi selama aku dilaut dan bertemu ikan ini, mereka cukup bersahabat, sering lari kebawah batu karang kalau aku mendekati, mungkin ikan ini malu. Ikan buntal ini bisa kamu temui dibatu karang berbentuk goa. Ikan Buntal yang aku temui selama ini berada di Teluk Cina, Pulau Lemukutan.
Kerang Kima adalah salah satu biota laut yang terancam punah, walaupun kelihatannya masih banyak, tapi jika diambil dagingnya untuk di kosumsi, Kerang Kima ini akan habis dilautan. Kerang Kima mempunyai peranan sebagai filter air alami dilautan. Kerang ini jika masih kecil rupanya berwarna-warni, mulai warna biru, hijau toska, sampai ada yang warna ungu. Intinya kalau ke Pulau Lemukutan, kamu harus banget liat kerang ini dibawah laut.
Sekarang kita kebagian yang paling imut, yaitu Siput Laut atau Nudibranch, ya Siput Laut di Pulau Lemukutan terasa sangat spesial bagi aku, karena aku juga baru beberapa kali ketemu. Nah Siput Laut ini mempunyai warna yang bermacam-macam, dan kebertulan aku sudah pernah bertemu dengan yang warna putih dan warna putih biru yang masih kecil. Ukuran siput ini juga tergolong kecil. Bertemu siput ini merupakan sebuah keuntungan deh, walaupun tidak bisa berfoto dengan siput ini, kamu bisa melihat betapa imutnya siput ini 🙂
Terakhir ada Ubur-ubur atau Jelly Fish, ya mungkin kamu agak takut ketemu dengan binatang ini, karena banyak yang mengatakan ubur-ubur akan menyengat, ya bener, ga salah bahkan ada ubur-ubur yang beracun. Akan tetapi tenang saja, ubur-ubur di Pulau Lemukutan mereka menyengat dan hanya akan terasa gatal. Kalian hanya perlu alkohol supaya sengatan ubur-ubur tidak terasa lagi. Kebanyakan ubur-ubur di pulau ini juga masih kecil hanya sebesar bola ping pong dan tidak menyengat dan semakin banyak ubur-ubur kemungkinan besar kalian akan melihat penyu juga, hehehe…
Nah, itulah beberapa biota laut yang dapat kamu temui di Pulau Lemukutan, sebenernya masih banyak lagi, tapi yang banyak ini akan punah dengan keserakahan manusia menangkap ikan atau merusak alam secara langsung. Salam lestari, tetap jaga laut, jangan buang sampah ke laut yak. 🙂