10k Honda ADV 160 sudah kemana aja di Kalimantan Barat? Ini adalah ulasan jujur aku selama memakai motor ini, jadi jangan ada ketersinggungan ya. Aku menghabiskan 10K pertama hanya keliling Kalimantan Barat dengan jarak terjauh Kabupaten Kepang dengan jarak PP 1200 KM lebih, sisanya seperti ke Singkawang atau menuju Teluk Suak (karena memang sering PP).
Destinasi pertama Honda ADV 160 ini adalah di Riam Berawant (Air Terjun Berawant) yang lokasinya berada di Seluas. Nah kebetulan waktu itu aku dengan motor ini camping di atas bukit. Untuk medan jalanan seperti aspal, tanah merah dan berbatuan, pokoknya lewat. Bahkan motor ini sampai di lokasi sebelum turun ke air terjun.

Selanjutnya motor ini aku bawa sampai ke Jagoi Babang perbatasan Indonesia dan Malaysia. Sebelum jadi PLBN yang resmi, kita jelajah dulu Jagoi Babang. Perjalanan ke Jagoi Babang mengalami sedikit hambatan berupa hujan. Jadi motor ini tidak bisa dibawa secepat biasanya, mengingat jalanan menuju Jagoi Babang banyak sekali tikungan dan tanjakan yang tidak terduga, ditambah aspal yang licin, jadi bawa motor ini agak berbahaya, salah satu faktornya ya karena motor ini juga besar dan berat, jadi harus hati – hati. Syukurnya selama perjalanan aman, hanya sekali keluar jalur karena memang licin dan turunannya berbahaya. Nah 1000 KM pertama motor ini ada di Kecamatan Karangan, Landak dalam perjalalan pulang menuju Pontianak.

Service pertama motor ini saya lakukan setelah memasuki kilometer ke 1200an, dikarenakan buku service yang belum ada, jadi ga bisa langsung service ketika di Karangan ataupun sesudah sampai di Pontianak. Service yang dimaksud adalah ganti oli dan perawatan mesin.
Perjalanan kedua motor ini adalah menuju Kabupaten Ketapang, ini dilakukan sekitar awal Mei 2023 lalu, ini adalah perjalanan yang paling melelahkan dan paling sulit, karena malam hari saya situasinya masih di jalan dan masih jauh dari pusat Kota Ketapang. Oh ya, karena lampu ADV 160 ini berwarna putih, sangat sulit sekali berjalan di malam hari dengan situasi kabut, harus ada lampu kabut khusus kalau ingin berjalanan menembus tebalnya kabut. (yang dimaksud adalah kabut di ketinggian seperti awan tipis). Namum lampu tembak ADV 160 ini cukup membantu saat situasi gelap dimalam hari. (kondisi cerah tidak berkabut).

Nah service kedua motor ini aku lakuin di Kabupaten Ketapang. Disini tempat service Honda lebih aware sih daripada di Pontianak. Di Ketapang semua masalah motor selama diperjalanan ditanyakan dengan detail, jadi teknisi yang menangani motor aku sudah tau apa saja yang harus dilakuin dan terasa bedanya ketika memakai motor ini kembali, perbedaannya berbeda jauh deh pokoknya, dan lebih halus suara motornya (ini yang aku keluhkan diservice pertama)
Selanjutnya motor ini beberapa kali aku bawa sampe Singkawang untuk hanya sekedar pulang pergi, lumayan juga jaraknya sekitar 300an KM. Mungkin sudah lebih dari 20 kali dalam 6 bulan ini, tapi motor ini belum pernah aku bawa ke Pulau Lemukutan, sayang sih, takutnya keropos kena air laut, hehe
Keunggulan Honda ADV 160
Bicara tentang keunggulan, motor ini nyaman banget kalau dibawa keluar kota, kalau ngebut ga akan goyang, itu sih yang bener-bener aku rasain. Kalau berboncengan juga aman banget loh, ada rasa safety selama membawa motor ini. Sedangkan untuk pengereman mendadak motor ini ga akan goyang biarpun hanya ngerem depan doang (itu yang aku rasain) dan kalau rem dengan mendadakpun motor ini aman banget loh. Terus aku mau ngomogin soal bagasi yang luas banget yang bisa nyimpan berbagai perlengkapan aku selama memakai motor ini. Mulai dari drone, tenda, hammock sampai kursi meja portabel bisa masuk dalam bagasi motor ini.
Bahan bakar yang aku gunakan sekarang adalah pertamax, sempat memakai pertalite akan tetapi beda rasio pemakaiannya berbeda jauh loh, untuk full tank pertalite bisa nembus sekitar 320 KM, sedangkan kalau pertamax bisa nembus 334 KM, beda 14 KM itu lumayan banget. Kecepatan rata – rata 80 – 90 KM/jam.
Kekurangan Honda ADV 160
Jika ada kelebihan pasti juga ada kekurangan yang aku rasakan selama memakai motor ini, nah yang paling nyebelin menurut aku itu penutup lumpur bagian belakan yang bisa buat air naik dan mengotori bagian belakang motor. Nah, kebetulan bagian belakang dari motor ini sulit banget dibersihkan kalau sudah kotor.
Kekurangan yang kedua adalah geteran kalau sudah bawa motor diatas kecepatan 80 KM/Jam, ini ganggu banget sih, apalagi kalau sedang berboncengan, sudah coba ngeluh cuma ya dibilangnya memang normal sama teknisinya.
Terakhir adalah ban belakang yg sudah ada bekasan sobek, lalu kanvas rem depan yang cepat habis. Fyi aja, kanvas rem depan sudah diganti sekali di bulan ke-4 pemakaian motor ini, lalu ban belakang mulai seperti sobek itu dari bulan ketiga, tapi karena teknisi honda bilang aman saja untuk ban belakang ya aku belum ganti sampai sekarang.
Sekian dulu 10KM pertama motor ini, sampai ketemu di 20KM motor ini 🙂