Kabupaten Bengkayang sepertinya punya banyak alasan untuk kembali kesini, dari Bukit, Air Terjun, Pantai dan Pulau selalu memberikan padangan berbeda ketika kita berada disini, dikesempatan ini saya akan membawa tamu saya kebeberapa tempat di Kabupaten Bengkayang, dari Riam Pangar, Riam Ampang dan Bukit Jamur.

Kali ini saya membawa @siantinikartolo @amie_up @jackinfanta @acep_ws @fachrur_rozii dan bersama @sitimustiani juga pastinya. Perjalanan dimulai jam 10 malam menjemput peserta terlebih dahulu di rumah mereka masing-masing, barulah sekitar jam 24 atau tengah malam kami mulai melakukan perjalanan, sempat singgah dibeberapa tempat di Mesjid Agung Karangan dan Mesjid Agung Bengkayang sembelum akhirnya sampai diperempatan pasar Sanggau Ledo untuk sarapan pagi, waktu yang dibutuhkan sekitar 6 jam dengan istirahat Sholat Subuh di Kota Bengkayang.
Setelah sarapan pagi kami bergegas untuk segera ke Riam Pangar, masuk dari persimpangan pasar Sanggau Ledo sekitar 20 Menitan, oh ya, kalau misalnya Riam ini belum buka, kalian bisa kok menghubungi pengelolah Riam, kontak mereka akan saya lampirkan.



Tiba di Riam Panggar kami harus tracking atau berjalan selama 5 menit untuk sampai keair terjun, sesampainya diair terjun ada yang langsung berfoto atau hanya sekedar cuci muka saja, waktu itu Riam Pangar lagi derasnya, sehingga tidak mandi diair terjun tersebut, sesudah puas kami melanjutkan tracking keatas untuk melihat sisi lain air terjun ini. Setelah berfoto ria, akhirnya kami kembali kemobil untuk melanjutkan perjalanan ke Riam Ampang. Ohya, sebagai informasi, tiket masuk disini Rp. 5.000,- perorang, parkir untuk motor sebesar Rp. 5.000,- dan mobil Rp. 10.000,- oke, kita lanjut ke Riam Ampang, lets gooo…



Perjalanan dari Riam Panggar ke Riam Ampang membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan (karena medan yang cendrung menuju ketinggian. Diperjalanan kita akan melewati 4 kampung dengan jarak sekitar 25 Km dari perempatan pasar Sanggau Ledo. Ohya, disini akan menemui berbagai suku juga loh, jadi jangan heran kalau kalian masuk kesini, jalan kesini juga banyak tumbuhan loh, seperti lada, jagung sampai sawit yang dikelolah oleh warga sendiri.

Setelah 1 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Riam Ampang, dari tempat parkir mobil kami harus tracking lagi semala 5 menit untuk sampai keair terjun ini. Oh ya kalau kesini bekal baju ya, airnya sejuk, cocok banget deh buat kamu yang seneng main air. Disini juga bisa cliff jump loh, jadi juara banget deh. Di Riam Ampang kalian akan menemukan susuan batuan kerikil berwarna putih dan airnya berwarna hijau kebiruan, serta hujaunya hutan yang mengelilingi air terjun ini. Disini kami mandi dan berenag sambil mencoba cliff jump yang rendah, hanya 2 meteran, kalau mau coba yang tinggi juga bisa, tingginya kurang lebih 16 meter. Sedikit informasi, disini disini kalian harus membayar retribusi sebesar Rp. 5.000,- perorang dan parkir sebesar Rp. 5.000,- untuk motor dan Rp. 10.000,- untuk mobil.



Selesai dari Riam Ampang kami segera ke Kota Bengkayang, perjalanan memakan waktu selama 2 jam, 1 jam keluar dari Riam Ampang kepasar Sanggau Ledo, 1 jam berikutnya perjalanan dari Sanggau Ledo ke Kota Bengkayang, ditambah wanita yang numpang mandi di POM bensin Sanggau Ledo (karena yang wanita enggan mandi diriam). Perjalanan ke Kota Bengkayang diisi dengan kekonyolan kami mulai dari yang ketiduran, sampe nyanyi urang aring. wkwkwk

Sampai di Kota Bengkayang kami tidak langsung mendaki, kami sempatkan mengisi perut terlebih dahulu dirumah makan “Ade” dan membeli logistik terlebih dahulu. Kali ini kami mendaki melewati jalur jalan Swadaya yaitu jalur tangga untuk mendaki. Perjalanan sendiri dari Kota bengkayang sampai ke Basecamp membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit.

Tiba dibasecamp jam 15.30 kami langsung mendaki, cuaca agak mendung, kami memulai perjalanan dan sampai di gubuk pertama cuaca mulai gerimis, sampailah kami kejalan tanah dan cuaca makin tidak bersahabat, hujan deras disertai guntur membuat langkah kami sempat terhenti. Sekitar jam 17.00 akhirnya saya tiba di puncak. Di puncak kabut begitu tebal ditambah dengan hujan yang begitu deras, saya sendiri tidak langsung mendirikan tenda, karena cuaca yang buruk. Jam 18.00 baru saya mendirikan tenda dengan metode terbalik, karena kalau dengan cara seharusnya pasti air akan masuk. Setelah tenda berdiri saya langsung masak untuk tim saya yang sudah kelaparan, menu malam ini adalah nasi, telur dadar dan nugget. Saya tidak bisa membawa sayur hujau dari bawah (takut layu duluan). Setelah makan, kami becengkrama sedikit lalu tidur dengan ributnya malam di bukit ini, yang ribut warga Bengkayang sendiri, jangan heran kalau malam minggu ributnya luar biasa sampai ga bisa tidur. Padahal kita kembali kealam untuk mencari kedamaian dan ketenangan. wkwkwk kalau beruntung mungkin bisa tenang tanpa orang-orang yang ribut dibukit ini.



Selamat pagi, pagi ini zonk, alias pemandangannya biasa aja, ga ada yang bisa dilihat, ya standarlah pemandangan ketinggiannya, tidak seperti beberapa hari yang lalu ketika saya jalan sendiri ada lautan awan. Disaat tim yang saya bawa sibuk berfoto ria, saya menyiapkan makanan ringan seperti energen dan roti lapis untuk mengisi perut terlebih dahulu, sebelum akhirnya masak omelet dan panaskan nasi semalam yang belum habis. Setelah makan kami siap-siap untuk packing dan turun kebawah. Cuaca tiba-tiba mendung dan awan berubah hitam, saya pun mempercepat packing dan turun sekitar jam 09.00 pagi. Perjalanan turun kami tempuh kurang lebih 45 menit untuk sampai ke bawah dan sempat sejenak istirahat di sumber air untuk mencuci muka dan kaki yang kotor.



Sampai dibawah saya langsung memanaskan mobil dan bersiap untuk langsung menuju SPBU untuk mandi, setelah mandi kami langsung menuju tempat makan untuk mengisi kampung tengah sebelum akhirnya pulang ke Pontianak. Perjalan kekota Pontianak sendiri memakn waktu 4 jam dengan beberapa kali istirahat, dari Kota Bengkayang jam 13.00 sampai di Kota Pontianak jam 17.00 langsung mengantar tim saya kerumah masing-masing. Trip Selesai dan semangat bersihin peralatan yang dipakai, wkwkwk *flex*

Makasih loh ya uda mau ngabisin waktu untuk baca artikel ini, see ya next artikel. *kisss*
Salam,
Yandy Koresy