Rasanya senang, akhirnya bisa juga kegiatan Rainforest World Music Festival di tahun 2022 secara langsung. Karena ini pertama kalinya aku ikut, ga masih banyak bingungnya, ga tau orientasi kegiatan seperti apa. Tapi setelah ke Sarawak Culture Village/Kampung Budaya Sarawak dan melihat langsung, aku bisa langsung paham, kenapa aku harus ikut festival musik ini.

Pertama ini bukan sekedar festival musik, ada banyak budaya yang ditunjukan, terutama budaya Sarawak, Borneo. Ya mungkin memang masih satu pulau dengan asalku di Kalimantan Barat, tapi percaya deh, disini budaya yang ditampilkan disini bener-bener banyak. Misalkan saja Suku Dayak, ini bukan sekedar Suku Dayak saja, tapi Suku Dayak dari berbagai penjuru Sarawak, Borneo. Mungkin yang paling kental dan dekat dengan Kalimantan Barat ya Suku Dayak Iban Sarawak yang terletak di Lubok Antu. Hampir sama dengan Suku Iban yang aku kenal di Kalimantan Barat, tepatnya Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Selebihnya, semua terasa sangat berbeda, apalagi Suku Dayak Bidayuh Sarawak dengan Suku Bidayuh di Desa Sebujit, Bengkayang, Kalimantan Barat.

RWMF 2022: Day One

Hari pertama Rainforest World Music Festival 2022, di isi dengan berbagai acara, mulai dari workshop sampai dengan acara puncak pada malam hari yaitu live konser.

Workshop paling menarik di hari pertama ya mungkin Sape Gathering ya, aku memang asli Kalimantan/Borneo, tapi mendengar musik Sape rasanya itu wah banget, dengar suara rekaman dan versi aslinya itu terasa banget bedanya, ini juga yang menjadi alasan kenapa kamu harus kesini.

Sampai saatnya saat konser pada malam hari, terpotong oleh makan malam, aku sampai di lapangan utama pukul 7 malam, too late, nyesal sebenernya, tapi makan malam baru ada pukul 6 malam 😭

Aku suka banget perform dari Jerry Kamit & friends. Penampilan ini adalah gabungan antara music tradisional Dayak dengan musik semi modern. Bener-bener terasa hype-nya, dari penonton yang menari bersama, hingga alunan musik yang membuat aku harus bergoyang.

Selain Jerry Kamit & Friends, acara RWMF 2022 ini juga disini oleh berbagai penampilan dari seluruh dunia, akan tetapi yang manarik perhatian aku adalah Alena Murang dan Nikita Sarna, pemain alat musik sape perempuan asal Sarawak dan fyi, Nikita Sarna baru berusia 11 tahun dan merupakan performer termuda di acara RWMF 2022.

Terakhir ada penampilan dari Balawan Batuan Gamelan Fusion, ya dari namanya kamu pasti sudah tau grup musik ini berasar darimana. Yap, bener sekali dari Indonesia, yang unik dari grup musik ini adalah mereka membawakan musik gabungan tradisional Jawa dan Bali serta musik modern dari alunan melodi gitar listrik dan ini adalah penampilan dengan antusias paling ramai diantara semua penampilan malam ini. Mereka bergoyang, mereka menari, apalagi saat mereka membawakan “Kecak Ritual”, ada dong yang menari layaknya tari Kecak dari Bali.

Inilah hari pertama RWMF 2022, cukup melelahkan memang, tapi semua lelah ini terbayarkan oleh penampilan yang epic dari performer di atas panggung.

RWMF 2022: Day Two

Memasuki hari kedua, seperti biasa aku mengikuti media press conference, kali ini ada performance seperti Balawan, At Adau dan beberpa performance lainnya ada diruangan ini.

Selain mengikuti festival di Kampung Budaya Sarawak, banyak banget loh kegiatan yang bisa aku ikuti, termasuk disekitaran Kampung Budaya Sarawak yang terdapat food court dan lapangan untuk para performance yang tampil memeriahkan Rainforest World Music Festival. Oh ya, kalau diluar kawasan Kampung Budaya Sarawak biaya untuk menonton performance itu gratis kok alias free, kecuali kalian masuk di Kampung Budaya Sarawak, karena di kampung Budaya Sarawak kalian bisa mengikuti berbagai workshop dan pertunjukan.

Nah kalau di Kampung Budaya Sarawak, kegiatan sudah berlangsung dari pukul 11 siang dan kebetulan pukul 14.00 ada kelas Sape’ oleh PUSAK (Persatuan Anak Seni Sape Kuching), selain itu ada juga konser di area Theater yang tidak jauh dari kelas Sape’. Disini itu kegiatannya berbarengan, jadi aku ga bisa ikut semuanya dalam satu waktu, mungkin paling relevan ya ikutnya setiap 30 menit sampai 1 jam pindah ketempat yang lain.

Tidak terasa hari sudah gelap, kebetulan di Damai Beach Resort, tempat aku menginap mengadakan BBQ Party sambil menikmati sunset, ya malam ini yang rencana mau awal ke Kampung Budaya Sarawak, jadi agak malaman datang ke sini. Maklum ya, di Damai menyediakan berbagai makanan yang enak, dari seafood sampai ke daging bakar, nah kebetulan yang dibakar hari ini ada kambing dan domba 🙂

Pukul 19.00 aku langsung menuju Kampung Budaya Sarawak, nah shock dong, ngeliat lautan manusia untuk pertama kali sejak pandemi kemarin, biasanya masih ada renggang sana sini, ini bener-bener full house alias penuh. Jangankan mau duduk, berdiri aja susah untuk dapat tempat.

Kebetulan performance malam ini ada At Adau, mungkin kalau RWMF yang dicari ya ini, penampilan yang nyentrik serta bisa membawa emosi yang begitu kental bagi penonton menjadi daya tarik tersendiri. Banyak loh fans At Adau ini dan mereka bener-bener menjadi bintang pada malam ini, bahkan penampilan setelahnya yang menarik aja tidak seramai ketika At Adau berada dipanggung.

RWMF 2022: Day Three

Hari terakhir RWMF 2022, pagi setelah selesai sarapan, aku mendapatkan jatah untuk city tour menuju Kuching dan mengunjungi beberapa tempat seperti Borneo Cultures Museum dan Kuching Waterfront. Nah, kalau di Borneo Culture Museum aku bisa melihat beberapa peninggalan sejarah, khususnya Suku Dayak di Tanah Borneo yang dipadukan dengan teknologi terbaru. Destinasi kedua berada di Kuching Waterfront, nah disekitaran sini banyak banget jajanan ataupun oleh-oleh yang mungkin bisa kamu beli. Mulai dari kain etnik Dayak sampai kaos yang bertuliskan “SARAWAK”.

Hari mulai sore, rombongan kami kembali menuju Damai Beach Resort, setelah sampai kami langsung menuju Kampung Budaya Sarawak, walaupun sudah kesorean dan tidak ada yang bisa dinikmati lagi, akupun jajan eskrim di stand makanan, dan enak loh eskrimnya. Menjelang sunset aku kembali ke Damai Beach Resort untuk menikmati matahari terbenam dan inilah sunset terindah selama beberapa hari di Damai Beach Resort.

Hari adalah hari terakhir RWMF, memang sih ga seramai kemarin, tapi kata yang sudah pernah ikut RWMF, ini adalah penonton terakhir saat hari minggu. Maklum saja, biasanya kalau kegiatan hari minggu memang sepi, mengingat besok hari senin dan terkadang harus masuk kerja dari pagi. Mungkin karena sudah lama tidak ada festival kali ya, makanya, hari terakhirpun ramai.

Performance malam ini ada Alena Murang dan Nikita Sarna yang paling ditunggu-tunggu. Mungkin faktor kenapa mereka ditunggu ya karena mereka wanita dan memainkan alat musik Sape’. Sebelumnya Nikita Sarna sudah tampil di hari pertama ketika spotlight. Nah sekarang mereka tampil di main stage.

Selain penampilan mereka, ada juga yang menarik perhatian aku ketika tampil di atas panggung, yaitu Razali, cuma tampil sendiri sih, tapi nyentrik dan besemangat sekali, yang lain mungkin kalah karena semangatnya, disisi lain juga dia memang membawakan musik yang bertemakan “Bangun” atau “Wake Up”, itu yang awalnya sepi, jadi rame dong gara-gara dia 🙂

Terakhir, sebelum RWMF ini bener-bener berakhir ada acara namanya “Finale”, semua performance yang tampil di RWMF 2022 ini dipanggil satu per satu naik ke atas panggung, setelah semua performance naik ke atas panggung, tibalah saaatnya sang ketua kegiatan ini mengucapkan salam perpisahan festival ini untuk bertemu lagi tahun depan, tidak lupa Alena Murang juga dipersilahkan memimpin performance yang lain untuk tampil bareng di atas panggung Rainforest World Music Festival 2022. Thank you, see you next year!!!

Avatar yandykoresy

Author: yandykoresy

Free Diver, Drone Pilot and Tour Guide

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *